Labels

Tampilkan postingan dengan label entrepreneur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label entrepreneur. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Januari 2012

Resume Pesta Wirausaha TDA : Membangun Pengusaha Berkarakter

Semangat pagi sobat, sudah lama ga posting-posting lagi artikel. Alhamdulillah kemarin ikut Pesta Wirausaha TDA di Smesco selama 2 hari. Owh sangat dahsyat lho acaranya, rugi lho kalau ga ikut. Saya pun hanya bisa mengikuti seminarnya tapi sayang ga bisa ngikutin kelas bisnisnya, akrena full & rame banget.
Kali ini saya mau sharing tentang materi yang disampaikan oleh pak Heppy Trenggono, sudah tau kan siapa beliau ? Ok, di bawah ini beberapa hal yang disampaikan oleh Pak Heppy sbb:

Ada 5 mitos yang tidak benar untuk menjadi seorang enterpreneur, yaitu:

1. Enterpreneur bukan untuk kita tapi untuk mereka. Yaitu yang memang punya keturunan atau keluarga pengusaha, kenyataannya banyak dari pengusaha kita orang tuanya petani atau pegawai negeri.

2. Selalu, yg dibutuhkan adalah modal, kenyataanya terlalu mudah mendapat uang/ kredit malah menjadikan kita bodoh.

3. Untuk suses kita harus punya produk yg unik / kreatif. Kenyataanya sukses bisnis banyak lahir melalui produk biasa aja.

4.Membangun bisnis besar harus cepat, kenyataanya bisnis yang terlalu cepat tumbuh atau tumbuh secara instan mudah sekali untuk jatuh.5. Kaya itu identik dengan gaya hidup yang mewah, kenyataannya membangun kekayaan justru dengan cara simplicity.

Hal lain Pak Heppy mendefinisikan pengusaha yang berkarakter adalah sbb:
1. Karakter jati dirinya jelas
2. Mempunyai keyakinan.
3. Jelas yg dibela.

Membangun entrepreneur yg berkarakter, adalah bagaimana menjadikan produk kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Membangun enterpreneurship adalah membangun pasar, bukan membangun produk.

ok, tunggu postingan selanjutnya ttg rangkuman materi dari motivator Jamil azzaini yaa... pantengin terus ok!

Salam Sukses Mulia ;)
Panduan Lengkap Bisnis Properti Bisnis Properti
Jasa Aristek Lengkap Jasa Arsitek
Sistem Informasi Properti Sistem Informasi Properti
Cari Rumah Berkwalitas Jawara Properti

Kamis, 19 Mei 2011

4 Modal menjadi Entrepreneur (Ternyata Bukan Uang)

Inspirasi dari Entrepreneur

Laporan oleh Hayat Mansur

Walau banyak kasus korupsi dan persoalan lainnya, ekonomi negara kita bisa tetap berjalan. Ini tentu saja berkat ada penggerak-penggerak di masyarakat yang tidak tergantung pada peraturan dan pemerintah. Mereka yang jarang diketahui orang ini disebut entrepreneur. Ini beberapa dari mereka dan upaya yang telah dilakukan untuk menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita.
Wimar’s World Rabu malam (28/3) menghadirkan tiga orang entrepreneur yaitu Bob Sadino (pemilik supermarket Kem Chicks), Hadrijanto Satyanegara (PR Manager Patrakom), dan Fred Hehuwat (salah satu pendiri Yayasan ASHOKA Indonesia). Mereka adalah orang-orang yang tidak putus asa bahkan bersemangat dan memberi contoh kepada kita. Berikut potongan percakapan mereka dengan Wimar Witoelar.


Empat Modal Entrepreneur Wimar: Katanya, Anda dulu pelaut, lalu bagaimana Anda bisa sampai menjadi entrepreneur dengan membuka supermarket?
Bob: Sederhana saja. Saya dulu bekerja di negeri Belanda dan berkeliling Eropa. Ketika kembali ke Indonesia, saya melihat telor di sini berbeda dengan telor yang saya lihat di Eropa.
Wimar: Apa bedanya?
Bob: Beda bentuknya. Jadi, saya meminta orang mencari ayam yang bisa bertelor.
Wimar: Apakah saat itu Anda sudah ahli ayam atau telor?
Bob: Salah satu faktor saya menjadi seperti saat ini karena saya beruntung tidak mengetahui apa-apa.
Wimar: Apakah Anda mempunyai banyak teman di bank yang bisa menyediakan modal?
Bob: Bank hanya untuk menabung saja
Wimar: Jadi tidak betul orang membutuhkan modal untuk membangun usaha baru.
Bob: Apa pengertian modal itu? Banyak orang hanya menterjemahkan modal itu hanya benda yang bisa dilihat dan dihitung saja, pokoknya uang. Sebetulnya ada modal yang tidak bisa dilihat. Ini modal pegangan bagi seseorang untuk menjadi entrepreneur yaitu,
  1. Harus mempunyai kemauan
  2. Tekad yang bulat
  3. Keberanian mengambil peluang. Ada sejuta peluang di luar sana termasuk di dalam badan kita sendiri
Wimar: Bob, saya bertemu banyak sekali orang yang ingin menjadi enterpreuner. Katanya, itu susah sekali karena iklim tidak kondusif, peraturan tidak berpihak pada pengusaha. Bagaimana ini Bob?
Bob: Ketiga faktor tadi belum membuat seseorang untuk masuk menjadi enterpreuner. Faktor keempat adalah Anda jangan cengeng dan tahan banting.

Manfaatkan Teknologi
Wimar: Kita beralih ke Hadrijanto. Perusahaan Anda menyediakan sarana telekomunikasi di perusahaan terpencil. Bagaimana perusahaan Anda bisa berbisnis di daerah terpencil?
Hadrijanto: Kita melihat ada peluang usaha dan keterbatasan saran telekomunikasi terutama di luar Pulau Jawa. Mereka mempunyai kebutuhan dan terkadang mereka memiliki uang. Telekomunikasi itu bukan lagi kebutuhan sekunder tapi sudah primer. Karena itu kita berupaya membantu menyediakan sarana telekomunikasi di daerah terpencil.
Wimar: Berapa banyak dan dimana contohnya?
Hadrijanto: Di Kalimantan Timur seperti di daerah pedalaman Samarinda, Tabang. Kalau sekarang jumlahnya sekitar 150 unit
Wimar: Jadi karena daerah terpencil maka mereka mesti wireless. Jadi dipergunakan satelit.
Hadrijanto: Iya, kita mengadakan warung telekomunikasi satelit (Wartelsat).
Wimar: Kuncinya di sini mahal tapi kok bisa dikerjakan dan orang tidak membayar mahal. Jadi, siapa yang memberikan dukungan sehingga ini tersedia?
Hadrijanto: Sebenarnya yang mendukung itu teknologi. Kita memanfaatkan teknologi yang ada. Kita melakukan rekayasa teknologi di dalamnya sehingga kita bisa. Secara kualitas memang tidak bisa mencapai seperti cyber atau berlangganan, tapi untuk daerah terpencil cukup memadai agar ada sarana telekomunikasi.
Wimar: Apakah investasi itu akan kembali dari sisi uang?
Hadrijanto: Mungkin bukan kembali tapi kita berusaha mencapai break event point saja. Itu sudah bagus.
Wimar: Itu mungkin perbedaannya antara perusahaan tempat Anda bekerja dengan Bob Sadino. Kalau Bob, pure entrepreneur yaitu investasi dan uang kembali. Sedangkan Anda, ada yang investasi dan kembali dalam bentuk menyenangkan masyarakat.

Social Entrepreneur ASHOKA
Wimar: Ini yang ketiga Fred Hehuwat. Dia pada 1983 mendirikan Yayasan ASHOKA Indonesia. Saya tahu karena turut mendirikannya, tapi saya tidak tahu kelanjutannya. ASHOKA memakai konsep social entrepreneur. Apa konsep itu dan apa yang dikerjakan Ashoka saat ini?
Fred: Kalau kita biasanya mengaitkan dengan kegiatan ekonomi. Memang lahirnya istilah social entrepreneur ini dari Ashoka. Kalau kita membandingkan sektor ekonomi dan industri yang perkembangannya sangat maju maka bidang sosial seperti pendidikan dan kesehatan tertinggal. Kalau kita melihat kondisi di Indonesia, kondisi sosial merupakan yang sangat parah. Siapa yang menangani ini? Biasanya kita menggantungkan harapan pada pemerintah. Kita semua tahu pemerintah banyak keterbatasannya. Kalau ini tidak ada jalan pintas yang diciptakan maka keadaannya makin lama makin ketinggalan.
Wimar: Apa orang yang dibina ASHOKA?
Fred: Kita membina orang-orang yang memiliki program-program entrepreneur. Awalnya, seseorang melihat keadaan, mengenal lapangan, mempunyai ide cemerlang, mempunyai kemampuan menyelesaikan masalah, tidak tergantung fasilitas, dan sebagainya, maka ide cemerlang itu akan kita bantu. Kita mencari orang-orang seperti itu.
Wimar: Berapa orang yang sudah dibina sejak 1989?
Fred: Sekarang ada sekitar 140 orang di Indonesia.
Wimar: Ini konsepnya internasional. Kalau dengan contoh konsep internasional, kita mungkin lebih mengerti social entrepreneur itu?
Fred: Kalau kita melihat social entrepreneur yang top adalah Muhammad Yunus dari Banglades dengan program di Grameen Banknya sehingga meraih hadiah Nobel. Idenya itu yang paling unik dan bagus.
Wimar: Kalau saya membaca di brosur Anda, ASHOKA banyak juga bergerak di daerah-daerah. Bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi di sana?
Fred: Saya kira mereka tidak akan menunggu sesuatu tapi melihat keadaan. Kemungkinan-kemungkinannya berbeda. Kendalanya juga berbeda. Jadi mereka sama sekali tidak menunggu sesuatu dari luar. Dari mereka sendiri tumbuh ide, "Oh, keadaannya begini. Ini yang bisa saya lakukan."
Wimar: Bagaimana Anda memilih orang yang akan dibina itu?
Fred: Saya kira kita memang memilah-milah orang terutama berdasarkan penilaian,
  1. Apakah idenya itu baru?
  2. Apakah orang yang melakukan itu, menurut penilaian kami, mempunyai kemampuan?
  3. Bagaimana dampaknya ide tersebut? Kalau dampaknya kecil maka kita tidak tertarik.
Wimar: Kalau Bob Sadino 50 tahun lalu yaitu saat masih remaja, apakah bisa menjadi pilihan ASHOKA? Apakah syarat-syarat yang ada pada diri Bob itu yang dicari ASHOKA?
Fred: Mungkin sifat-sifatnya iya, tapi bidangnya mungkin tidak. Bob tentu ingin berhasil secara komersial, sedangkan yang kita nilai adalah bagaimana dampaknya pada kehidupan sosial.
Alfi (penelpon dari Bekasi): Saya sangat tertarik dengan Yayasan ASHOKA Indonesia. Bagaimana mekanisme kontrol terhadap orang yang didukung sebagai entrepreneur di ASHOKA?
Wimar: Jadi pertanyaannya bagaimana niat baik orang tersebut bisa dikontrol?
Fred: Pertama, kita memiliki jaringan yang cukup banyak sehingga dapat memberi informasi ke kita. Kedua, kita tentu memonitor bagaimana perkembangan selanjutnya dari orang yang didukung. Sesungguhnya ASHOKA sendiri tidak mau banyak mengontrol. Kalau entrepreneur mau berkembang jangan terlalu banyak dikontrol, jadi kita hanya memonitor saja.

Dampak Perubahan Pemerintah
Wimar: Kita telah mengalami perubahan drastis pemerintahan sejak 1998 hingga sekarang. Jika dibandingkan dengan situasi sebelumnya, apakah ada perbedaan perubahan tersebut untuk masing-masing bidang entrepreneur?
Fred: Sangat berbeda. Dulu kita untuk mendirikan ASHOKA harus mengumpet-umpet. Sekarang sangat leluasa
Bob: Iya ada perbedaan. Tapi Saya dari dulu tidak tertarik dengan pemerintah. Saya hanya ingin kami jangan terlalu banyak diatur-atur karena yang tahu mengenai usaha saya adalah saya.
Hadrijanto: Kalau kita melihat lebih baik sekarang karena peraturan pendukungnya jauh lebih baik dan sikap dari teman-teman daerah juga sudah lebih terbuka.

sumber : perspektif.net
Panduan Lengkap Bisnis Properti Bisnis Properti
Jasa Aristek Lengkap Jasa Arsitek
Sistem Informasi Properti Sistem Informasi Properti
Cari Rumah Berkwalitas Jawara Properti

Rabu, 04 Mei 2011

Pola pikir berwirausaha belum berkembang

JAKARTA: Sedikitnya 35 penerima beasiswa wirausaha mengaku persoalan pola pikir (mindset) menjadi penghambat untuk memulai usaha. Karena itu beasiswa yang dilengkapi dengan pelatihan, konsultasi, mentoring dan bantuan pemasaran sangat bermanfaat bagi mereka.

"Kebanyakan beasiswa yang ditujukan pada mahasiswa umumnya mengutamakan nilai Indeks Prestasi (IP) tinggi, penerima dari golongan keluarga prasejarhtera dan persyaratan lainnya. Namun beasiswa wirausaha yang kami terima dari Mien R Uno Foundation (MRUF) tidak membebani kami dengan persyaratan akademik dan status keluarga seperti itu,” kata Dewi Uli, mahasiswa Universitas Andalas, salah satu penerima beasiswa, hari ini.

Usai lolos seleksi sebagai penerima beasiswa wirausaha MRUF, Dewi dan temannya langsung mendapat pelatihan entrepreneurship selama 3 hari di Cipanas, dilanjutkan dengan pembekalan karakter bagi calon entrepreneur oleh Mien R Uno, pakar kepribadian yang menjadi pendiri yayasan ini.

"Kami merasa beruntung menerima jenis beasiswa wirausaha ini karena bukan sekadar menerima fasilitas pembiayaan tapi juga pelatihan, konsultasi, mentoring dan bantuan pemasaran. Teman di kampus yang mendapat beasiswa dari pemerintah dan swasta mengatakan mereka umumnya hanya menerima dana," tambah Dewi yang tengah merintis bisnis online shop.

Penerima beasiswa wirausaha berasal dari IPB, ITB, ITS, UGM, Unand, Unpad dan UI yang menerima Rp400.000 per bulan selama setahun. MRUF bekerja sama dengan Kelompok Salemba Enam (KSE) yang membiayai program beasiswa dan mengutamakan calon entrepreneur yang kreatif dan inovatif bukan melihat nilai akademik tinggi semata.

Tasriandy, mahasiswa dari kampus yang sama mengatakan hal yang senada karena dia yang  sudah memiliki usaha kripik ikan, kripik rebung dan kripik daun singkong langsung mendapat bimbingan untuk mengembangkan usahanya.

"Dari entrepreneur Camp yang difasilitasi Young Entrepreneur Academy selama tiga hari pada pekan lalu, saya langsung semangat pulang ke Padang akan menambah variasi produk keripik karena kalau berwirausaha kita harus kreatif dan inovatif. Satu hal yang sangat bermanfaat bagi saya adalah tidak takut gagal lagi,” katanya.

Mien R Uno, pendiri yayasan  didampingi Indra Uno sebagai Ketua Yayasan MRUF mengatakan para penerima beasiswa umumnya sudah memiliki usaha atau pernah punya usaha namun gagal.

"Mereka ada yang bisnis kuliner, jualan kue risoles, kripik, bisnis event organizer dan lainnya. Di Hari Pendidikan Nasional kemarin kami membekali mereka pula dengan pendidikan karakter karena modal utama jadi pengusaha sebenarnya harus punya karakter yang bagus," katanya.

Tahun sebelumnya, kata Indra Uno,  MRUF juga telah memberikan beasiswa wirausaha kepada 33 mahasiswa dari berbagai kampus. Dari program tahun lalu jumlah peserta yang memiliki usaha baru mencapai 21%. Sedangkan peserta yang mampu meningkatkan usahanya  mencapai 30,9%. 

Untuk peserta tahun lalu, pihaknya juga membantu pemasaran dengan mengikutsertakan peserta pada pameran-pameran, melakukan pemagangan di UKM yang sudah berjalan dengan baik atau bahkan mereka ditantang untuk menjadi pendamping usaha mikro dalam hal manajemen karena sebagai mahasiswa mereka memiliki bekal ilmu pengetahuan yang lebih baik dari masyarakat yang terjun menjadi pedagang kaki lima dan usaha rumahan lainnya.

"Program sebenarnya sudah berjalan tahun ke tiga, tetapi tahun pertama kami anggap masih uji coba. Dari 33 mahasiswa penerima beasiswa tahun 2010, muncul enam usaha baru sementara yang sudah mengikuti program melaporkan omzet penjualannya meningkat 30%. Hanya 1% yang tidak berani berwirausaha,” tambah Nanang Suryanto, Direktur Eksekutif MRUF.

Yayasan yang pendiriannya diprakarsai Razif H Uno ini memang focus pada pembinaan generasi muda terutama mahasiswa dan para wirausaha muda sektor mikro. Dibantu oleh Indra dan Sandy S Uno, tahun depan yayasan akan menyasar perguruan tinggi negri ataupun swasta dari kampus-kampus yang kurang beruntung dengan kucuran beasiswa terutama dari pemerintah.

“Kami akui PTN papan atas memang sudah banyak dibanjiri dengan beragam beasiswa dari Kemendiknas maupun CSR pihak swasta karena itu kami akan bantu kampus-kampus berkualitas namun kurang mendapat pendanaan. Tujuan kami berkontribusi untuk menciptakan masyarakat mandiri karena itu semua pihak harusnya bisa ikut mendukung langkah-langkah kami ini,” ujar Nanang. (ra)


sumber : http://www.bisnis.com/ekonomi/mikro-ukm/22380-pola-pikir-berwirausaha-belum-berkembang
Panduan Lengkap Bisnis Properti Bisnis Properti
Jasa Aristek Lengkap Jasa Arsitek
Sistem Informasi Properti Sistem Informasi Properti
Cari Rumah Berkwalitas Jawara Properti

Apakah Saya Cocok Jadi Entrepreneur ?? Jawablah Pertanyaan ini !

Cukup jawab YA atau TIDAK saja

1. Saya berkemauan keras

2. Saya punya alasan yang sangat kuat

3. Saya suka tantangan

4. Saya lebih suka bertindak ketimbang berteori

5. Saya bertanggung jawab penuh terhadap diri dan keluarga

6. Saya tidak suka diperintah dan diawasi

7. Saya suka belajar dari kesalahan

8. Saya suka mengambil inisiatif

9. Saya berpikiran terbuka (open minded)

10. Saya mudah beradaptasi dan bekerja sama dengan orang lain

12. Saya punya ide-ide baru

13. Saya selalu melaksanakan keputusan yang telah dibuat

14. Saya selalu melihat masalah sebagai tantangan

15. Saya suka mempelajari hal-hal baru

16. Saya berani mengambil risiko

17. Saya suka mengikuti intuisi (kata hati)

18. Saya tidak peduli dengan pendapat negatif orang lain

19. Saya selalu ingin tahu

20. Saya ulet, gigih, tidak mudah menyerah

21. Saya dapat menguasai emosi

22. Saya percaya akan diri sendiri

23. Saya punya keyakinan yang kuat

24. Saya punya impian yang jelas

25. Saya bersedia menunda kenikmatan dan berkorban untuk mengejar impian

26. Saya punya model yang menjadi inspirasi

27. Saya suka bekerja keras

28. Saya mandiri, tidak suka bergantung kepada orang lain

29. Saya selalu berpikir positif

30. Saya percaya dengan takdir Tuhan bahwa saya dilahirkan untuk jadi pemenang

Nilai:

Jika anda menjawab YA sebanyak:

- 26 atau lebih, artinya punya peluang jadi entrepreneur sukses di atas rata-rata

- 21 sampai 25, anda berpeluang jadi entrepreneur sukses dan financially free

- 15 sampai 20, masih bisa jadi entrepreneur sedang-sedang saja

- Di bawah 15: wah, kayaknya anda nggak cocok jadi entrepreneur nih.


Sumber: Kompilasi dari berbagai sumber
Panduan Lengkap Bisnis Properti Bisnis Properti
Jasa Aristek Lengkap Jasa Arsitek
Sistem Informasi Properti Sistem Informasi Properti
Cari Rumah Berkwalitas Jawara Properti

Senin, 25 April 2011

Jadilah Pemain

Saya dulu memaki Roberto Baggio gara-gara dia gagal mengeksekusi tendangan penalti. Akibatnya, kesebelasan Italia tersingkir dari kejuaraan dunia sepakbola sejagad saat itu. Yang memaki Baggio ketika itu ternyata bukan hanya saya. Komentator di televisi para pendukung kesebelasan Italia di seluruh dunia dan pecandu sepak bola di Italia turut mencercanya.

Apakah setelah itu Roberto Baggio berhenti menjadi pemain sepakbola? Tidak! Apakah lelaki itu kehilangan penghasilan dari sepakbola? Juga tidak… Lantas, apa yang saya peroleh dari memaki? Apa juga yang diperoleh oleh para penggila bola Italia? Saya dan mereka tidak memperoleh apa-apa.

Ya, Insan SuksesMulia… para pemain tidak kehilangan penghasilan dan bahkan terus memperoleh penghasilan. Sementara para penonton tidak memperoleh satu rupiahpun bahkan harus terus membayar tiap kali menyaksikan pertandingan.

Begitupula dalam kehidupan sehari-hari, bila kita sibuk menjadi komentator dan penonton kita tidak akan memperoleh apa-apa. Bila Anda ingin memperoleh sesuatu, Anda harus menjadi pemain, Anda harus menjadi pelaku, Anda harus action sendiri dan tak boleh diwakilkan. Tatkala Anda diberi target oleh pimpinan, Anda berusaha dengan keras untuk meraih target itu. Anda mencari cara dan upaya agar target itu tercapai itulah pemain, itulah pelaku.

Namun bila Anda sibuk mengomentari target dari pimpinan, misalnya, “Targetnya ketinggian bos, tidak realistis bos, nanti kalau tercapai tahun depan target kita dinaikkin lebih besar lagi dari kantor pusat.” Bukan hanya itu, Anda juga malah sibuk mempengaruhi angota tim yang lain agar pimpinan mengubah targetnya. Nah, bila Anda mengambil sikap seperti ini Anda adalah penonton. Anda tidak akan dapat apa-apa, bahkan mungkin Anda akan kehilangan posisi dan pekerjaan Anda.

Insan SuksesMulia… berhentilah jadi penonton, jadilah pemain dalam kehidupan karena pemainlah yang penghasilannya terus meningkat, dikenal oleh banyak orang dan mendapat penghargaan serta piala. Ayo jadilah pemain!


sumber : jamilazzaini.com
Panduan Lengkap Bisnis Properti Bisnis Properti
Jasa Aristek Lengkap Jasa Arsitek
Sistem Informasi Properti Sistem Informasi Properti
Cari Rumah Berkwalitas Jawara Properti

Selasa, 18 Mei 2010

Indahnya Perbedaan, Refleksi 2 tahun Pasca Lulus jadi Mahasiswa UPI

Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang saling mengingatkan dalam kebenaran dn ketakwaan. (QS. Al Ashr )
19 April 2006 merupakan salah satu hari bersejarah bagi saya, karena hri itu tepat i diwisuda jadi S1 dan status mahasiswa pun berganti. Berbagai rasa i rasakan, antara senang, sedih, bingung, dan bangga. Kenapa ?? senang karena akhirnya bisa merasakan yang namanya wisuda pake baju toga di foto bareng keluarga & melihat senyum orang tua & orang-orang tercinta. Sedih karena akan meninggakan kampus tercinta, saudara seperjuangan dan adik-adik dengan segudang amanah yang harus mereka selesaikn. Bingung, abis lulus ngapain ya ??? hee... klasik banget ya. Terus kl bangga, karena i bisa menyelesaikan semua amanah akademik dengan baik & bisa membuat ortu tersenyum lega melihat ananya wisuda. Tidak selang lama lulus dr kampus, akhirnya i memutuskan untuk pindah ke pamulang bantuin kaka sekaligus cari pegalaman jadi guru privat & TPA. Hal ini hanya berjalan selama 3 bulan setelah itu i pindah dan dapet kerjaan di DT Bandung sebaga fasilitator Babysitter. Banyak ilmu yang i perleh terkiat dengan persiapan kita sebagai seorang ibu, mulai dari perkembangan anak, psikologi rumah, cara mengurus bayi dan balita dan subhanallah banyak juga kasus baby sitter dengan majikannya. Selama pelathan ini banyak perbedaan yang muncul, tapi disni kami berusaha menjadi tim yang kompak untuk mengelola peserta supaya mereka nyaman dan betah mengikuti program pelatihan ini.

Selesai jadi fasilitator, syawal 1428 i dapat tawaran untu kerja di perusahaan konsultan di jakarta. Awalnya belm terbayang tugasnya apa, but ga ada salahnya kita coba. Akhirnya 1 november 2006 resmilah i jadi karyawan di SEM Institute perusahaan konsultan managemen strategis. Dimana perusahaan ini merpakan konsultan independen yang tugasnya melakukan riset atau penelitian untuk mengukur kinerrja sebuah instansi.
Klien kami pun mulai dri Bank Indonesia, Pemda DKI, Bank mandiri, dan lembaga-lembaga lainnya. Selama di SEM banyak suka duka yang i jalani, dan perbedaan tentunya bukan hal yang tidak mungkin. Tapi kembali di sini kita mulai mengerti tugas masing-masng, akan hak dan kewajiban masing-masing, sehingga semua tugas dapat dikerjakan dengan baik. Bahkan i rasakan di SEM ini seperti keluarga kedua, banyak hal yang i dapatkan bukan sekedar jadi seorang karyawan. Tapi senyaman mungkin kondisi di kantor, tetap jiwa ini tdk bisa dipungkiri ada rasa yang belum bisa menemukan kenyamanan. Dan hal ini tidak bisa i dapatkan di SEM. Akhirnya tepat 1 Agustus 2008 i memutuskan resign jadi karyawan dan mulailah bergabung bersama teman-teman yang punya cita-cita sama yaitu jadi pengusaha di EInvest Institute.
EInvest Institute lahir bukan karena satu atau dua orang,melainka karena ada campur tangan banyak orang, mungkin sekitar 20 orang pendiri EI. Di awali dengan visi dan misi yang sama kami semua bergerak dengan semangat untuk mewujudkan impian untuk hidup lebih baik dan tentunya bisa bermanfaat bagi orang banyak. Akhirnya lahirlah EI sebagai sebuah lembaga pelatihan entrepreneur dan invetasi suatu wadah bagi temen-temen yang mau jadi pengusaha and mengembangkan usahanya. Tentunya dengan banyaknya kepala di EI memang banyak sekali perbedaan tapi karena kita punya visi yang sama kami bisa terus bertahan dan terus bergerak. Perbedaan yang ada kami jadikan kekuatan dan latihan untuk saling memahami dan bertoleransi atas perbedaan yang ada.
Seiring dengan berjalannya waktu, sifat masing-masing mulai terlihat, masalah demi masalah timbul, gesekan sesama personil mulai terlihat. Seperti kata pepatah semakin besar pohon maka akan semakin besar anginnya. masalah demi masalah pun muncul dan semakin terliht mana yang bertahan dan tidak. Temen - temen yang mmerasakan masalah ini berat dan sudah berubah visinya satu persatu berguguran. Kembali perbedaan yang di angkat, terlalu banyak perbedaan sehingga menyebabkan banyak gesekan dan yang tidak kuat akan keluar dengan sendirinya.


Panduan Lengkap Bisnis Properti Bisnis Properti
Jasa Aristek Lengkap Jasa Arsitek
Sistem Informasi Properti Sistem Informasi Properti
Cari Rumah Berkwalitas Jawara Properti

Kamis, 14 Januari 2010

Entrepreneurship : Beranikah Anda Membakar Kapal Anda ???

 id=
Dalam sejarah Islam ada panglima perang yang memiliki strategi luar biasa, benar-benar luar biasa karena tidak pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya. Panglima perang tersebut adalah Thariq Bin Ziyad yang pada tahun 97 H (sekitar tahun 710 Masehi) memimpin 7,000 pasukan Islam memasuki Spanyol yang dijaga oleh 25,000 pasukan pimpinan Raja Roderick.

Untuk menyemangati pasukannya agar tidak gentar melawan musuh yang memiliki kekuatan jauh lebih besar, dan agar tidak ada satupun dari pasukaannya yang berpikir untuk ambil langkah mundur - apa yang di lakukan Thariq ?, dia membakar seluruh kapal-kapal yang dipakai pasukannya untuk mencapai pantai tenggara Spanyol. Ketika pasukannya bertanya-tanya tentang apa yang dilakukan sang panglima ini, Thariq menjawabnya dengan pidato yang terkenal sbb :

“Wahai saudara-saudaraku, lautan ada di belakang kalian, musuh ada di depan kalian, ke manakah kalian akan lari?, Demi Allah, yang kalian miliki hanyalah kejujuran dan kesabaran. Ketahuilah bahwa di pulau ini kalian lebih terlantar dari pada anak yatim yang ada di lingkungan orang-orang hina. Musuh kalian telah menyambut dengan pasukan dan senjata mereka. Kekuatan mereka sangat besar, sementara kalian tanpa perlindungan selain pedang-pedang kalian, tanpa kekuatan selain dari barang-barang yang kalian rampas dari tangan musuh kalian. Seandainya pada hari-hari ini kalian masih tetap sengsara seperti ini, tanpa adanya perubahan yang berarti, niscaya nama baik kalian akan hilang, rasa gentar yang ada pada hati musuh akan berganti menjadi berani kepada kalian. Oleh karena itu, pertahankanlah jiwa kalian”.

Tekad yang sangat kuat untuk hidup mulia atau mati syahid “Isy Kariman au Mut Syahidan” inilah yang dapat membawa kejayaan Islam dari waktu ke waktu.

Kita tahu akhirnya dalam sejarah bahwa diawali oleh tekad yang sangat kuat dan kebergantungan kepada Allah semata tersebut, Islam menjangkau wilayah yang paling luas beberapa puluh tahun kemudian setelah strategi ini ditempuh Thariq dan pasukan-pasukannya.

Ketika cerita tentang Thariq ini diajarkan secara turun temurun baik di dunia Islam maupun diluar Islam, maka sekitar 800 tahun kemudian, kurang lebih sepuluh generasi setelah Islam masuk Spanyol – anak keturunan bangsa Spanyol yang bernama Hernando Cortez - pun meniru bulat-bulat strategi Thariq tersebut diatas ketika ia memimpin ekspedisi penaklukan ke Mexico.

Hernando Cortez yang memimpin expedisi penaklukan bangsa Aztecs untuk merebut emas dan harta-harta lainnya ini membakar keseluruhan 11 kapal yang digunakan untuk membawa pasukannya mencapai daratan Mexico . Dengan demikian tidak ada pikiran untuk mundur, jalan hanya satu arah yaitu maju kedepan.

Kita juga tahu hasil dari kebulatan tekat Hernando Cortez ini, sampai sekarang bahasa resmi yang dipakai di Mexico adalah bahasa Spanyol. Ini menunjukkan betapa berhasilnya Hernando Cortez meniru strategi Thariq Bin Ziyad dalam upayanya untuk menaklukkan Mexico yang menjadi jajahan Spanyol sampai beratus tahun kemudian.

Kalau seorang Hernando Cortez saja bisa belajar dan menikmati ke-sukses-an dari meniru strategi Panglima Perang Islam Thariq Bin Ziyad, masa kita umat Islam di masa kini tidak bisa mencapai kesuksesan dengan belajar dari keberhasilan tokoh pejuang sekaliber Thariq ini ?.

Kalaulah medan kita bukan atau belum medan perang saat ini, minimal strategi Thariq dengan membakar kapal ini bisa kita terapkan di tekad kita untuk membangun usaha, untuk meninggalkan tempat kerja yang kita ragukan ‘kebersihan’-nya misalnya.

Dari pengalaman saya berinteraksi dengan sekian banyak peserta Pesantren Wirausaha dan juga peserta yang ikut pelatihan CIED (Center for Islamic Entrepreneurship Development) , penghalang terbesar dari setiap peserta yang ingin menjadi entrepreneur adalah keberaniannya untuk benar-benar terjun ke usaha – serta benar-benar meninggalkan pekerjaan sebelumnya.

Pengalaman saya sendiri-pun menunjukkan demikian; tidak kurang dari enam kali usaha berwiraswasta yang saya lakukan diluar jam kantor - ketika saya masih aktif sebagai eksekuitif ; tidak satupun yang berhasil. Yang ketujuh, kedelapan dan seterusnya insyaallah berhasil karena kapal saya benar-benar saya bakar.

Untuk mencapai karir puncak di Industri asuransi & investasi di usia muda, dengan sangat bersusah payah saya peroleh gelar profesi yang paling tinggi di New Zealand , Australia dan Inggris. Sangat sedikit professional asuransi & investasi Indonesia yang mencapai pengakuan semacam ini. Namun sejak lahirnya fatwa MUI bahwa bunga bank haram awal 2004 ( Fatwa No 1 Tahun 2004 Tentang Bunga), tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan mengenai keharaman bunga bank dan produk-produk yang terkait dengannya di dunia finansial - maka pekerjaan saya sebelumnya harus saya tinggalkan.

Maka alhamdulillah kapal yang namanya gelar professional dan karir puncak di industri finansial tersebut telah habis saya bakar dua tahun lalu. Sejak saat itu, mirip yang dilakukan oleh Thariq dan juga Cortez, medan ‘pertempuran’ saya menjadi medan ‘pertempuran’ yang sama sekali baru. Tidak mudah, tetapi juga tidak mustahil – hanya pertolongan Allah-lah yang menjadikan yang sukar itu mudah.

Jadi bagi Anda yang ingin pindah quadrant dari pegawai/eksekutif ke pengusaha, bila Anda berani membakar kapal Anda, Insyallah Andapun juga bisa berhasil….!. Wa Allahu A’lam.

Ayo ... tmn2 yg mau berubah menjadi lebih baik & berani bakar kapalnya, saya tunggu cerita2nya ya, mdh2an bs menginspirasi tmn2 yg lain yg ingin jd pengusaha tp msh bertahan di zona "nyaman" ... yuks smangaattt ^^

written by : Muhaimin Iqbal


Panduan Lengkap Bisnis Properti Bisnis Properti
Jasa Aristek Lengkap Jasa Arsitek
Sistem Informasi Properti Sistem Informasi Properti
Cari Rumah Berkwalitas Jawara Properti

Kamis, 11 Juni 2009

9 Aspek Penting dalam Memulai Usaha

Posting kali ini saya akan menuliskan ttg aspek-aspek apa saja yang harus perhatikan ketika kita akan memulai usaha. Karena sering terjadi ketika kita akan memulai usaha, bingung memulai dari mana, oleh karena ini disini saya akan sedikit menuliskan hal-hal apa saja yg hrs diperhatikan oleh siapapun yg akan memulai usaha. diantaranya yaitu :
1. Memahami Konsep Produk atau Jasa Secara Baik

Sebelum memulai suatu usaha maka hal yang terpenting adalah pemahaman kita
akan konsep produk atau jasa yang akan menjadi bisnis inti. Kita perlu memahami
bukan hanya secara teknis produksi tetapi juga pasar dan prospek mulai daripada
lingkungan yang terkecil kepada lingkungan yang terbesar. Dalam hal ini
kita harus tahu secara menyeluruh aspek-aspek yang penting dalam melakukan analisa atas kelayakan dan prospek produk termasuk produk-produk yang sama sekali baru
dengan melihat sisi “human behavior”, kebutuhan pasar dan lainnya.

2. Membuat Visi dan Misi Bisnis
Setiap orang yang mau memulai bisnis harus mengetahui visi dan misi yang akan
menjadi panduan seseorang untuk tetap fokus kepada tujuan bisnis dan organisasi
yang awal. Seringkali suatu usaha pada saat mulai berkembang pada tahap
berikutnya mengalami kegagalan karena organisasi tersebut tidak memfokuskan
diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal tetapi terlalu banyak mencoba
mengembangkan bidang usaha lain yang baru. Disini setiap orang harus
belajar bagaimana membuat visi dan misi dalam kaitannya dengan latar belakang
pribadi dan pengetahuan usaha yang akan anda rintis.

3. Perlunya “Winning, Positive & Learning Attitude” Untuk Menjadi Sukses
Sikap mental merupakan kunci keberhasilan atas usaha anda selain daripada
pemahaman usaha anda. “there is no over night success” sesuatu yang harus
dicamkan daripada setiap calon “entrepreneur” karena dibutuhkan waktu, sikap
tidak menyerah, proses belajar secara kesinambungan, dan melihat permasalahan
secara positif yang tidak membuat anda menjadi patah semangat namun melihat
setiap peluang dan belajar atas setiap kegagalan. Anda harus belajar untuk
mengembangkan sikap-sikap diatas untuk menjadi “bisnis entrepreneur” yang
sukses.

4. Membuat “Perencanaan & Strategi Bisnis” Yang Efektif Akan Menghindari Usaha
Daripada Resiko Bisnis dan Keuangan.
Secara statistik hampir seluruh kegagalan bisnis kecil dan menengah
disebabkan karena tidak adanya atau kurang efektifnya perencanaan bisnis yang
anda buat. Asumsi-asumsi seperti kapasitas produksi, tingkat utilisasi
produksi, proyeksi kenaikan harga dan biaya dan aspek lainnya dalam perencanaan
bisnis haruslah menggambarkan secara akurat realitas pasar atau praktek yang
ada dalam suatu industri. Sistematika perhitungan dan proyeksi pendapatan dan
biaya harus dibuat secara tepat sehingga membantu setiap calon pengusaha untuk
menghitung secara akurat kebutuhan modal investasi dan modal kerja termasuk
struktur biaya untuk persiapan awal, tahap percobaan, produksi secara
komersial, inventori, distribusi, pemasaran, administrasi, sumber daya manusia
dan juga komponen pendapatan usaha yang terdiri dari pendapatan inti dan
tambahan. Pemahaman yang baik atas hal ini juga akan membantu calon
entrepreneur untuk dapat mengindentifikasi potensi resiko bisnis, manajemen dan
keuangan dan membuat langkah-langkah pengendalian untuk dapat menghindari setiap resiko tersebut.

5. Pengetahuan Dasar Manajemen, Organisasi & Sistem Akan Menghindari Usaha
Daripada Resiko Manajemen.
Setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik
untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distribusi dan penjualan
berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya
biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak
produktif karena pengawasan yang tidak efektif dan deskripsi pekerjaan yang
tidak jelas, koordinasi dan komunikasi antar pegawai yang tidak efektif
sehingga banyak keputusan yang terlambat, perekrutan pegawai yang tidak efektif
sehingga banyak pegawai yang keluar masuk dan membuang banyak waktu dan biaya,
pelatihan yang tidak baik sehingga produktivitas pegawai yang rendah dan masih
banyak lagi permasalahan organisasi.

6. Optimalisasi “Sumber Daya Manusia” Maka 50% Usaha Anda Sudah Berhasil.
Sumber Daya Manusia atau SDM merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha
yang sangat penting. Banyak pakar yang menyadari bahwasanya untuk memulai usaha
seringkali apabila kita merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi sangat baik
dapat menutup kelemahan manajemen, organisasi dan sistim dalam jangka pendek.
Dengan SDM yang tepat maka kita sudah setengah jalan untuk menjadi sukses.
Disini kita harus memahami kriteria pegawai yang baik dan sesuai dengan kebutuhan usaha, manajemen SDM secara umum termasuk sistim penilaian kinerja pegawai sehingga setiap pegawai akan merasa puas dan juga bagaimana memotivasi pegawai baik secara psikologi umum maupun dengan sistim insentif untuk mengoptimalkan kinerja pegawai.

7. Mengapa “Kreativitas”, “Kepemimpinan” & “Proses Pembuatan Keputusan” Sangat Penting?
Dalam memulai usaha umumnya setiap calon entrepreneur akan mengalami banyak
permasalahan dan krisis. Banyak kegagalan terjadi karena kurangnya kreativitas,
kepemimpinan dan pembuatan keputusan yang tepat untuk mencari solusi yang baik.
Kreativitas seperti “thinking outbox” atau kemampuan melakukan analisa
permasalahan di luar pemahaman yang sudah ada dan mencari alternatif solusi
yang kreatif akan sangat membantu usaha anda untuk berhasil. Kreativitas juga
akan sangat membantu anda untuk menyesuaikan produk-produk anda agar dapat
diterima oleh pasar dan juga melihat berbagai peluang dalam membangun usaha
anda. Kepemimpinan sangat penting dalam krisis untuk membuat setiap pegawai dan
semua orang yang terlibat dalam usaha anda percaya bahwasanya anda tidak panik,
menjadi tempat “last resort” solusi atas semua permasalahan dan menjadi
panutan. Proses Pembuatan Keputusan akan membantu anda dalam mencari alternatif
solusi dan memilih yang terbaik untuk usaha dan organisasi
anda. disini anda harus mendapatkan cara-cara mengembangkan kreativitas usaha anda, ciri-ciri kepemimpinan yang cocok dengan latar belakang pribadi anda dan bagaimana proses yang benar dalam membuat keputusan dalam setiap permasalahan.

8.Pengetahuan Dasar Pengelolaan Keuangan dan Pembiayaan
Pemahaman atas aspek ini adalah sangat penting dalam perkembangan usaha anda.
Seringkali produksi terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baik
seperti kekurangan dana untuk pembelian bahan baku, alat-alat produksi dan
lainnya. Dalam topik ini akan dibahas pengetahuan dasar atas “Cash Flow” atau
Arus Kas yang seperti darah dalam tubuh manusia, biaya pendanaan, pembiayaan
modal kerja dan investasi, struktur modal, aset perusahaan, penyertaan modal
dan lainnya.

9.Pemasaran, Pelayanan & “Product Brand”
Pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan penjualan produk atau jasa.
Sebaik apapun produk atau jasa tanpa pemasaran yang baik maka akan sangat sukar
untuk meningkat penjualan dan keuntungan usaha. Di lain pihak tanpa pelayanan
yang baik kepada pelanggan maka akan sangat sukar suatu usaha untuk memperoleh
pelanggan yang loyal yang merupakan kunci perkembangan usaha. Dengan pelanggan
yang loyal maka pekerjaan pemasaran akan lebih mudah karena pelayanan yang baik
akan menciptakan “product brand” yang baik kepada calon pelanggan baru. Anda harus mengetahui secara menyeluruh semua aspek penting dalam membuat strategi pemasaran, identifikasi pelayanan yang dibutuhkan pelanggan dan bagaimana menciptakan “product brand” dan efeknya kepada keberhasilan usaha.

Kesembilan faktor di atas hanyalah teori jika tidak dijalankan dengan baik, kunci sesungguhnya dalam usaha adalah ada 9 A, yaitu action, action, action dst ACTION ...
so, ingin jadi pengusaha sukses ??? SEGERALAH TAKE ACTION ... so Anda akan merasakan kesuksesan sejati seorang pengusaha. OK!

Panduan Lengkap Bisnis Properti Bisnis Properti
Jasa Aristek Lengkap Jasa Arsitek
Sistem Informasi Properti Sistem Informasi Properti
Cari Rumah Berkwalitas Jawara Properti

Selasa, 09 Juni 2009

Laga EI sesi 11 & EINSTEIN 3rd BEM MIPA UI

BEM FMIPA UI bekerjasama dengan Einvest Institute
at present
EINSTEIN = Entrepreneurship In Science To gEt Income
Waktu : Sabtu, 13 Juni 2009
Pukul : 08.00-15.30 BBWI
tempat : Auditorium FMIPA UI Kampus UI Depok

Materi :
1. How to be the success entrepreneur (talk show)
pemateri :
- Ibu Moeryati Sudibyo (owner Mustika Ratu)
- Pak Made (owner Edam burger)
- Ibu Dra. Erlin ( PT. Kavera UI)
2. Be sciencetist, be an entrepeneur
Pemateri : Tim Aloue 69, Mahasiswa UI 2006
3. Let's Change to be the success entrepreneur
pematei : Yayan Saputra (founder Einvest Institute, owner gerai teh Health tea)

Investasi :
siswa EI : Rp. 20.000 (u snack. makan siang dan sertifikat)
mahasiswa : Rp 20.000,-
Umum : Rp. 35.000,-

informasi :
siswa EI harap konfirmasi kehadiran :
Ika YM syahidah_i2k 081318534628/021-32373264
untuk tiket dpt di ambil di sekre EI mulai hari kamis 11 juni 2009.

Nb :
u properti insya Allah kita akan launching trainingnya 11 Juli 2009, roadmap 90 hari mendapat properti GRATIS !!! so .. son't miss it !!

Panduan Lengkap Bisnis Properti Bisnis Properti
Jasa Aristek Lengkap Jasa Arsitek
Sistem Informasi Properti Sistem Informasi Properti
Cari Rumah Berkwalitas Jawara Properti

Kamis, 28 Mei 2009

Be a Smart and Good Entrepreneur

Hampir semua orang ingin atau bermimpi untuk menjadi pengusaha. Namun, mereka tidak segera mengambil keputusan untuk menjadi pengusaha. Banyak orang memakai alasan-alasan yang sebenarnya “tidak realistis” yang dipikirkan orang sehingga sulit untuk memulai memutuskan untuk menjadi seorang ENTREPRENEUR. Sekaranglah waktunya untuk memulai!!!
Ada enam faktor penghalang seperti dinding yang tebal, sehingga menutup pandangan dan menguburkan impian untuk menjadi seorang entrepreneur, yaitu:

1. Rasa ketakutan yang lebih besar dari kemampuan,
2. Tidak mempunyai rasa percaya diri dan keyakinan akan diri sendiri,
3. Tidak tahu harus berbuat apa dan dari mana memulainya,
4. Malas mencoba,
5. Tidak punya modal, dan
6. Menunggu datangnya peluang emas.
Ketakutan itu mampu menguras 50 % dari kemampuan, tetapi bila mampu mengatasinya, maka kemampuan akan berlipat ganda menjadi 150 %.
Masalah utama yang dihadapi para calon entrepreneur adalah ketakutan, yaitu;
- Takut akan gagal dalam bisnis,
- Takut menjadi miskin/rugi,
- Takut untuk keluar dari zona kenyamanan,
- Takut lelah,
- Takut stress,
- Takut malu,
- Takut untuk terlihat bodoh dan ditertawakan.
Untuk menjadi mengusaha, maka harus dapat menaklukan ketakutan itu.
Bila ditelusuri arti dari kegagalan, maka sebenarnya kegagalan itu tidak ada sama sekali, yang ada hanyalah berhenti mencoba. Dan kesuksesan adalah metamorfosis dari serangkaian “kegagalan“ yang terus menerus diperbaiki.
Bila anda memulai berbisnis, anda memerlukan keberanian dan juga skill. Keberanian anda butuhkan untuk mengambil keputusan, dan skill perlu diasah dan dilatih terus-menerus hingga anda merasa mantap untuk terjun ke bisnis tersebut secara total. Kedua hal ini tidak bisa dipisahkan!!!
Ketika berbicara tentang modal dalam berbisnis, semua orang pasti berpikir bahwa mereka tidak mempunyai ‘modal’ karena yang mereka maksud dengan modal itu hanyalah sebatas uang. Sebenarnya modal itu tidak hanya berupa uang. Modal berupa uang hanyalah 10 % dari semua modal yang dibutuhkan oleh seorang Smart and Good Entrepreneur untuk menjalankan roda bisnisnya.
Untuk menjadi sukses, yang benar adalah bukan seberapa keras bekerja, tetapi seberapa cerdas kita bekerja. Be a smart and good entrepreneur!!!
Ada beberapa factor yang mempengaruhi seseorang untuk memilih jalur entrepreneurship sebagai karier atau jalan hidupnya, yaitu:
1. Individual/personal factor,
2. Suasana kerja,
3. Tingkat pendidikan,
4. Personality (kepribadian),
5. Prestasi pendidikan,
6. Dorongan keluarga,
7. Lingkungan dan pergaulan,
8. Ingin lebih dihargai atau “self esteem”,
9. Keterpaksaan dan keadaan.

sumber : http://id.shvoong.com/business-management/management/1859259-smart-good-entrepreneur/

Panduan Lengkap Bisnis Properti Bisnis Properti
Jasa Aristek Lengkap Jasa Arsitek
Sistem Informasi Properti Sistem Informasi Properti
Cari Rumah Berkwalitas Jawara Properti

Kamis, 05 Februari 2009

Antara Pengusaha dan Karyawan

Kali ini i pengen ngebahas ttg pengusaha dan karyawan, yg jelas ga ada maksud lho berpihak salah satu lho. Di sini i hanya ingin share aja, mudah-mudahan bisa jd bahan masukan untuk tmn2 yg sedang bingung antara jd karyawan atau pengusaha. Yuk kita mulai ...

Judulnya sengaja i tulis antara pengusaha dan karyawan, krn memang disini i ingin bahas fokus ttg kedua profesi ini. mungkin terlihat agak aneh, tapi inilah sebenarnya realita yang harus diterima. Pernahkah kita berpikir mengapa para entrepreneur lebih sukses daripada karyawan.


Kalau kita lihat dari pendidikan, entrepreneur kalah dibandingkan dengan karyawan yang lulusan sarjana, doktor, bahkan sampai profesor. mungkin kita mengira bahwa mereka banyak uanglah, dapat warisanlah, atau ketiban rejekilah dan berbagai macam alasan lainnya. kalau kita lihat ke belakang banyak para entrepreneur yang sukses tanpa modal atau bermula dari nol alias gak punya apa2.
contoh : om bob sadino, purdie E Candra (suhu saya), Aa Gym, Andri Wongso, dll
contoh luar : Bill gates, Michael dell, Kolonel sanders, soijiro honda dll.
satu pertanyaan yg menarik, kenapa mereka semua bisa sukses?
Jawabannya singkatnya karena bakat (kl bahasa sunda) maksudnya bakat ku butuh (ref: krn kebutuhan) he .. hee just kidding atau ada istilah lain "kefefet" :)

Sebetulnya ga salah2 amat alasan di atas, tp yg paling penting adalah karena mereka punya IMPIAN. dan mereka tahu dengan impian dan keyakinan yang mereka miliki pasti suatu saat akan terwujud.

Kayaknya belum pernah ada ceritanya yang menyatakan orang terkaya di dunia adalah menjadi karyawan. Kalaupun sepertinya patut dipertanyakan ??? bukan maksud berpikir negatif lho ...
pernahkah kita berpikir mengapa para pejabat2 pemerintah banyak yang melakukan korupsi???
padahal kalo kita amati gaji mereka jauh lebih besar dibandingkan dengan karyawan lainnya. satu jawaban yang pasti karena mereka butuh uang lebih.

Karena jika melihat jaman sekarang gaya hidup yang semakin glamor, mengharuskan mereka mengikuti perubahan jaman yang makin hari kian menggila. mereka tidak lebih seorang karyawan yang hanya mendapat kesempatan menikmati jabatan yang lebih baik dan enak.

Secara prinsip jika kita menjadi karyawan ya intinya harus nerima, gak usah neko2 memang itulah kodrat jadi karyawan. betapapun tingginya gaji karyawan mereka tidak akan pernah merasa cukup dengan gaji tersebut, selalu saja menginginkan lebih. padahal kebutuhan hidup kian meningkat dan gaji mereka tetap.

Alasan lain mengapa entrepreneur lebih sukses, karena mereka lebih jeli dalam melihat peluang dan kesempatan. Disamping itu banyak orang yang berebut menjadi karyawan daripada menjadi entrepreneur. Lapangan pekerjaan semakin sedikit sedangkan yang melamar ratusan bahkan ribuan. Karena itulah mengapa banyak pengangguran di negeri ini.

Kalo kita pelajari, junjungan kita Nabi Muhammad SAW, merupakan seorang entrepreneur juga. mengapa beliau memilih menjadi seorang entrepreneur daripada karyawan? Karena dengan menjadi entrepreneur ada suatu sifat2 yang tidak akan dapat dilihat dan dirasakan oleh orang2 yang berkeinginan menjadi karyawan. diantaranya :

1.Membantu orang dan banyak amal :

Dengan menjadi karyawan dia hanya memikirkan dirinya sendiri, lain halnya jika menjadi entrepreneur, dia akan dapat membantu orang lain disekitarnya dengan memberinya pekerjaan.

2. Menjalin habblumminannas :

Menjaga hubungan dengan sesama manusia dan menjalin tali silaturahmi. Hadist meriwayatkan apabila kita menjalin tali silaturahmi maka akan dipanjangkan umurnya dan dilancarkan rejekinya.

Sebuah riwayat menyebutkan 9 dari 10 pintu rejeki berasal dari perniagaan atau perdagangan. itulah mengapa para entrepreneur atau pengusaha lebih sukses dibandingkan dengan karyawan karena 1 pintu rejeki yang selama ini diperebutkan oleh orang2 seperti karyawan, PNS,dan lain sebagainya. sehingga banyak orang yang tidak melihat dari peluang yang berada pada 9 pintu rejeki yang lain. Karena apa? karena mereka takut untuk mencoba dengan mengeluarkan berbagai alasan, tidak ada modal, takut bangkrut, takut gak untung dan berbagai alasan lainnya yang menyebabkan dia tidak berani untuk mencoba.

Padahal modal utama untuk menjadi seorang entrepreneur adalah KEBERANIAN.

Memang pada awalnya akan terasa berat tapi lama kelamaan akan terbiasa dan menjadikan mental kita menjadi lebih kuat.

Pernahkah kita memikirkan pepatah “tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina” sebenarnya yang kita cari bukan ke negeri cinanya tapi cara berpikir orang cina tentang cara mereka berdagang. Sekarang kita lihat adakah orang cina yang menjadi karyawan?

Gak ada (kecuali beberapa orang yang bekerja di negerinya sendiri). Padahal kalo kita jalan2 ke pertokoan mataram (semarang) semua pemilik tokonya berasal dari keturunan tionghua (cina) dan yang menjadi karyawannya adalah orang jawa :) .


Nah kedepannya harus di balik nih, pribumi yg punya usaha, karyawannya orang china .. he ...
Ok, ada yg kesinggung ??? segera take action, hidup hanya sekali, mari memilih jalan yg benar, jalan yg dapat membuat kita lebih bermanfaat untuk orang banyak.

Sumber: dr berbagai sumber

Panduan Lengkap Bisnis Properti Bisnis Properti
Jasa Aristek Lengkap Jasa Arsitek
Sistem Informasi Properti Sistem Informasi Properti
Cari Rumah Berkwalitas Jawara Properti
Anda Butuh Surat2 Berikut? :


Super Mega bonus : Ebook Dasar Bisnis Developer Properti


01 Puluhan Contoh desain Rumah tampak depan

02 Contoh Surat Perjanjian dgn Pemilik Tanah

03 Contoh Surat Perjanjian dgn Investor / pemodal

04 Contoh Surat Perjanjian Kerjasama

05 Contoh Proposal Investor / Pemodal

06 Contoh Kelengkapan Untuk KPR INDEN

07 Contoh Surat Angsuran BTN

08 Contoh Surat Kontrak Kerja Staf Penjualan

09 Contoh Surat Perjanjian Pemborongan / kontraktor

10 Contoh Surat Kuasa Jual

11 Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang

12 Surat Perjanjian Kavling

13 Surat Perjanjian Perikatan Jual Beli (PPJB)

BONUS KUNJUNGAN ANDA, DAPATKAN SOFTWARE QUICK COUNT DAN ARTIKEL JURUS2 BISNIS PROPERTI TERKINI SECARA GRATIS DISINI !!
First Name:

E-Mail Address: