Labels

Tampilkan postingan dengan label evaluasi diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label evaluasi diri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Januari 2010

Mengubah Janji Menjadi Nyata (Bag 2)

Satukan Rencana yang Baik dengan Melibatkan Kesertaan Allah
Keitika seorang muslim berniat melakukan sesuatu, maka hendaknya ia melakukan hal berikut, Melakukan perencanaan dan perhitungan dengan seksama, dan menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada Allah SWT.
Ketika kita mengambil langkah2 strategis dan tepat untuk mencapai sebuah tujuan yang kita cita-citakn, dan dalam waktu yang sama kita juga menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada Allah, maka kita telah mengimplementasikan dua prinsip penting dalam ajaran tauhid.
Percaya Kepada Allah tanpa mengambil langkah-langkah yang tepat, tanpa berusaha untuk meraih tujuan yang diinginkan, maka itu adalah pemahaman yang keliru dan tercela dalam agama. Dan mengambil langkah-langkah dan perhitungan yang matang tanpa mempercayakannya kepada Allah adalah indikasi adanya ketidak beresan dalam keyakinan kita kepada Allah.

Seorang bijak berkata "Orang yang lamban dan berhati-hati akan mencapai sebagian cita-citanya. Sementara orang yang tidak sabar dan terburu-buru, akan lebih sering gagal dan gagal lagi."
Penuh perhitungan dan sangat berhati-hati dalam menghadapi urusan dan rencana kita untuk melakukan sesuatu, tidaklah bertentangan dengan keyakinan kita kepada takdir Allah. Namun justru, kita telah menerapkan salah satu bagian penting dan fundamental dalam ajaran agama ini. Seperti yang Allah tegaskan dalam QS.An Nahl 81 : Dan jadkan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju) yang memelihara kamu dalam peperangan."
Jika rencana sudah kita susun dengan baik, maka jangan lupa sertakan dan libatkan Allah dalam merealisasikannya. Memang manusia bisa menyusun rencana dengan baik, tetapi pasti Allah yang membantu qt dengan membuka semua jalan yang kita perlukan untuk meraih target yang telah ditentukan. Jika tidak, maka pasti Dia akan menunjukkan target yang lebih baik, strategi yang lebih efektif bagi kita.
Sebab jika Allah menutup satu pintu, pasti Dia telah membuka pintu yang lain untuk kita. Satu kesulitan akan dibayar Allah swt dengan banyak kemudahan. Maka satukanlah rencana kita dengan baik dengan selalu melibatkan Allah di dalamnya ketika kita menjalankannya.

Kenali Diri, Sebab Kadang Kendala Terbesar itu Muncul dari Diri Sendiri
Hambatan meraih sukses dan perubahan itu banyak, dan akan selalu ada untuk menghadang rencana dan cita-cita kita. Tapi terkadang kita sadari, adalah musuh yang sesungguhnya bercokol dari dalam diri kita sndiri. Itulah yang lebih sering mematikan komitmen, energi, dan semangat untuk berbuat. Perjalanan kita menuju kesuksesan terkadang dihambat oleh sesuatu yang tak kita kenali dan sadari. Dan karena itu kita harus mengenali diri, memahami kekurangan-kekurangan kita.
Hambatan-hambatan itu misalnya rasa malu yang disebabkan rendahnya kepercayaan diri. Kita kadang kali salah menempatkan rasa itu, terutama jika kita memiliki kekurangan fisik, maka lenyaplah kepercayaan diri kita untuk mengoptimalkan potensi diri yang dimiliki. Kita lupa atau pura-pura lupa bahwa banyak orang bisa sukses walaupun mereka tidak memiliki fisik yang sempurna. Rendahnya rasa percaya diri akan mengubur semangat dan komitmen kita untuk meraih mimpi dan cita-cita.
Banyak diantara kita yang melihat diri mereka sudah kalah sebelum mereka berbuat untuk merealisasikan mimpi. Mereka merasa pesimis, tidak mampu, atau tidak mempunyai energi yang cukup untuk menggapai sukses. Bagaimana mungkin membangun komitmen untuk mengejar sukses atau impian dapat digapai, jika kita sendiri tidak percaya bisa mencapai kesuksesan tersebut. Sebelum Allah swt memperlihatkan takdir kegagalan kita, kita telah menciptakan kegagalan itu dalam benak kita, dan akhirnya itulah yang dicatatkan Allah untuk kita.
Lalu ada hambatan bernama putus asa dan pesimisme. Masalah seperti kegagalan, kesulitan, kekalahan, kerugian memang menyakitkn. Mungkin karena kita pernah mengalaminya, lalu ada rasa trauma untuk bangkit kembali demi mewujudkan janji-janji kita pada diri sendiri. Tetapi bukan berarti usaha kita memperbaiki ataupun mengatasi masalah tersebut harus terhenti. justru dengan adanya masalah, kita merasa terdorong untuk memacu kreativitas agar dapat menemukan cara lain yang lebih baik, lebih cepat, lebih efektif. Sebab kegagalan pertama pasti memberi kita pelajaran bagaimana membuat langkah yang lebih hati-hati dan antisipatif.
Kegagalan kita memahami diri dan kemampuan diri, erat kaitannya dengan kemampuan kita mengelola komitmen, energi dan potensi. karena belum memahami kemampuan diri, akibatnya kita tidak bisa mengembangkan diri yang dapat dijadikan modal untuk menggapai sukses ataupun meraih mimpi.
Banyak sekali hambatan yang justru muncul dari dalam diri, dan hanya kita yang bisa merasakannya. Karena itu, kenalilah dan galilah selalu pengetahuan tentang diri kita, agar tidak muncul hambatan-hambatan yang berpotensi menghancurkan langkah dan rencana kita. Hanya ketika kita mampu mengenalinya dengan baik maka akan ada perubahan-perubahan dalam hidup dan kehidupan kita.

bersambung ke bag 3 .... "Jika komitmen Pertama Terganggu, Maka Siapkan Rencana Pilihan"


Panduan Lengkap Bisnis Properti Bisnis Properti
Jasa Aristek Lengkap Jasa Arsitek
Sistem Informasi Properti Sistem Informasi Properti
Cari Rumah Berkwalitas Jawara Properti

Menertawakan Janji-janji Kita pada Diri Sendiri (bag 1)

Bismillah ...
Subhanallah, Allah Yang Maha tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya, disaat diri ini butuh siraman, Allah mengirimkan tarbiyah terindah-Nya pd kami, tanpa sengaja i lewat tukang koran. Hati ini tergelitik ingin nyari tarbawi, coz akhir2 ini jarang ke stasiun jd ga langganan tarbawi. Akhirnya dengan santai sambil nyari, tanya k abang penjual, alhamdulillah dapet jg tarbawi terbaru. Sebenernya yg jdi masalah bukan tarbawinya, but judul yg di angkatnya, mau tau apa ???? yup judul cover depannya "Menertawakan Janji-janji Kita pada diri sendiri"
Sempet bingung juga maksudnya apa ya dr judul tarbawi kali ini ?? akhirnya tanpa pikir panjang, stlh transaksi langsung i lihat bag dlamnya. Dan ternyata .... subhanallah alhamdulillah Allahu akbar ....

Menertawakan diri sendiri...
Mungkin tidak semua kita bisa atau mau melakukannya. PAdahal tertawa adalah salah satu pertanda bahwa seseorang masih bisa membedakan antara kepedihan dengan kesenangan. Tertawa a/ pertanda bahwa seseorang msh mampu membedakan antara dagelan dan mana keseriusan. Tertawa bukti bahwa seseorang sedang berduka atau bersuka. Tertawa merupakan isyarat seseorang msh pnya rasa. Tanpa rasa, maka besar kemungkinan orang tersebut sedang mengalami gangguan jiwa. Sebab, hanya orang yang mengalami gangguan jiwa yang selalu tertawa dalam segala kondisi.
Sebaliknya orang waras hanya akan menertawakan sesuatu yg pantas ditertawakan. meski terkadang, kita bisa pula menertawakan sesuatu yang sebenarnya tak lucu.
Menertawakan diri sendiri kita lakukan untuk menyadari kesalahan, perilaku konyol, kekeliruan, sprti halnya yg prnah dilakukan Umar Bin Khatab kala mengenang masa-masa jahiliyahnya.
Khusus disni, mari sejenak menertawakan diri sendiri, karena janji-janji yang pernah kita ikrarkan kepadanya. Sebab mungkin disana ada kelucuan, keluguan, kebodohan, atau mungkin inkonsistensi yang telah menipu kita, memenjarakan kita pada keadaan yang tak memberi perubahan.
Janji Pada Diri Sendiri, Janji yang Tanpa Pengawas dan Sanksi Hukum
Janji adalah hutang. Itulah yg sering kita ungkapkan yang sering kita ucapkan ketika kita ingin mengingatkan seseorang agar konsekuen dan konsisten dengan janji yang pernah diucapkannya. Dan memang, pada dasarnya janji punya konsekuensi yang mempertaruhkan citra diri kita pada siapa saja janji itu kita ucapkan.
Yang unik adalah janji kita kpd diri sendiri. Rencana, target, obsesi, dan janji kita kepada diri sendiri nyaris tak ada hukum dan sanksi yang akan kita terima, sebab memang tidak ada yang mengawasi, tak ada yang menghukum. Kita bebas berjanji apa dan kapan saja. dan bebas pula melanggarnya. Kita merdeka untuk menyusun rencana apapun, dan merdeka pula untuk tidak melakukannya. Kita mungkin pernah berjanji pada diri sendiri untuk bekerja keras, agar khidupan ke depannya bs lebih baik, misal punya rumah sendiri, kendaraan pribadi, dll. Tapi janji itu kemudian tidak kita penuhi dan kita tak pernah merasa berdosa karena memang tak ada yang mengawasi dan tak ada yang memarahi.
Janji pada diri sendiri adalah janji yg berbeda. Unik. Tak ada resiko dan konsekuensi. Karena itulah mungkin maka kita terlalu mudah melakukaknya dan terlalu mudah pula melupakannya. Selalu dan terus berulang.
Layak rasanya kita menertawakan diri karena kelakuan itu, yang terkesan seperti anak kecil yang tak pernah mengerti dan tak mau tahu akibat ucapannya. Kita sering mengucapkan janji pada diri sendiri untuk sebuah komitmen, tapi tak ada satupun dari janji-janji itu yang mampu membawa kita kemana-mana, karena memang kita juga tak pernah menggerakkannya kemana-mana. Hanya ada dipikiran, hanya tertulis dicatatan, karena kita merasa tak ada yang mengawasi, tak ada yang akan menghukum.
so ... sudahkah kita menunaikan janji-janji pada diri kita masing2 ???
Subhanallah i baca artikel ini sangat tersentak dan seolah-olah ditampar. Ya Allah ... begitu cpt diri ini lalai, begitu mudah diri ini berjanji, tapi semua kadang hanya jadi tulisan d buku, ingatan di pikiran tanpa ada realisasi dan aksi. astagfirullah ....
semoga dengan artikel di atas, kembali mengingatkan diri ini u senantiasa konsisten thd janji yg sudah di ikrarkan. aamiin

salam semangat ^^

Panduan Lengkap Bisnis Properti Bisnis Properti
Jasa Aristek Lengkap Jasa Arsitek
Sistem Informasi Properti Sistem Informasi Properti
Cari Rumah Berkwalitas Jawara Properti
Anda Butuh Surat2 Berikut? :


Super Mega bonus : Ebook Dasar Bisnis Developer Properti


01 Puluhan Contoh desain Rumah tampak depan

02 Contoh Surat Perjanjian dgn Pemilik Tanah

03 Contoh Surat Perjanjian dgn Investor / pemodal

04 Contoh Surat Perjanjian Kerjasama

05 Contoh Proposal Investor / Pemodal

06 Contoh Kelengkapan Untuk KPR INDEN

07 Contoh Surat Angsuran BTN

08 Contoh Surat Kontrak Kerja Staf Penjualan

09 Contoh Surat Perjanjian Pemborongan / kontraktor

10 Contoh Surat Kuasa Jual

11 Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang

12 Surat Perjanjian Kavling

13 Surat Perjanjian Perikatan Jual Beli (PPJB)

BONUS KUNJUNGAN ANDA, DAPATKAN SOFTWARE QUICK COUNT DAN ARTIKEL JURUS2 BISNIS PROPERTI TERKINI SECARA GRATIS DISINI !!
First Name:

E-Mail Address: